Akibat Dari Pasien TBC Berhenti Mengkonsumsi Obat

18 Okt

Pengobatan TBC atau Tuberkulosis, lebih diperhatikan oleh para ahli kesehatan sebab penyakit ini dianggap lebih serius jika penderitanya tiba-tiba menghentikan pengobatan padahal belum boleh selesai.

Akibat Dari Pasien TBC Berhenti Mengkonsumsi Obat

Akibat Dari Pasien TBC Berhenti Mengkonsumsi Obat TBC

Seperti yang kita ketahui bahwa pengobatan untuk penyakit TBC biasanya berlangsung hingga 6 bulan, dan kondisi ini dapat memicu resistensi dan pengobatan lebih panjang lagi.

Biasanya, orang-orang yang kemudian putus obat atau berhenti mengkonsumsi obat-obatan TBC adalah saat mereka sudah masuk bulan kedua. Hal ini terjadi karena mereka telah merasakan badannya jauh lebih nyaman (seperti telah sembuh) dari sebelumnya. Jadi, bukan karena obat TBC yang mahal atau tidak tersedia karena justru obat TBC yang umum dipakai banyak tersedia dengan mudah dan gratis. Faktor paling utama dari pemutusan konsumsi obat TBC adalah rasa bosan, dan kurangnya dukungan dari orang-orang disekitar. Untuk alasan inilah, pasien penderita TBC harus memiliki pendamping obat untuk mengingatkannya.

Dampak dari pengobatan yang tidak tuntas ini menyebabkan kuman-kuman TBC belum benar-benar mati dan dapat aktif kembali sewaktu-waktu. Dan yang lebih mengejutkan, jika kuman-kuman tersebut aktif kembali, maka potensi lebih besar adalah kuman mengalami resistensi (kebal) terhadap obat TBC.

Dengan mengetahui Akibat Dari Pasien TBC Berhenti Mengkonsumsi Obat TBC, diharapkan untuk pasien dimanapun berada untuk tetap berusaha dan berjuang agar cepat sembuh dan tidak mengalami kondisi TBC yang lebih serius.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *