Ancaman Kanker Paru-paru Berlaku Untuk Penderita TBC

15 Jun

Penderita TBC, waspadai risiko dari penyakit Kanker paru-paru sebab seperti penuturan yang dilontarkan oleh dr Sita Laksmi Andarini, PhD SpP (K) yang merupakan Spesialis Paru Rumah Sakit Siloam Semanggi dalam wawancaranya mengatakan jika orang yang telah sembuh dari penyakit TBC, bisa mengalami kehilangan jaringan fibrotik yang dikemudian hari dapat berkembang menjadi kanker paru-paru. Untuk itu, diperlukan pengecekan rutin dan pencegahan dalam kebiasaan merokok, serta melakukan pola hidup sehat agar terhindar dari risiko penyakit mematikan lainnya.

Ancaman Kanker Paru-paru Berlaku Untuk Penderita TBC

Adapun sebuah indikator untuk melakukan pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan dokter seperti biasa. Gejalanya yang terpenting tidak boleh diabaikan adalah batuk berdahak yang terjadi lebih dari 2 minggu. Jika sudah positif terdiagnosis TBC, maka hal yang perlu dilakukan adalah melakukan serangkaian pengobatan dan harus dipatuhi hingga 6 bulan tanpa terputus.

Dikatakan lanjut dr Sita jika Kuman TBC sejatinya sudah ada sejak zaman dahulu kala, dan masih bertahan hingga sekaran. Jadi pengobatannya harus benar-benar teratur dan disiplin. Lanjut dr menjelaskan jika biasanya pasien yang telah terdiagnosa TBC akan menerima sekitar 18 butir obat dan suntik yang dilakukan rutin selama 6 bulan penuh. Pun setelah lepas dari 6 bulan itu, TBC masih dapat kambuh lagi dan jika kebiasaan seperti merokok, gizi buruk dan imunitas rendah semakin memdatangkan kekambuhan lebih cepat.

Sayangnya, gejala dari penyakit ini sulit dipahami. Terlebih para penderita Kanker paru-paru sebagian besar yang datang ke dokter terdiagnosa sudah dalam stadium lanjut. Bahkan, dikatakan dr Sita, sekitar 15-20 tahun lalu kebanyakan pasien dirawat di rumah sakit karena mengidap penyakit TBC (Tuberculosis), tapi sekarang di rumah sakit sebagian besar pasien di rawat karena mengidap kanker paru-paru. Akan tetapi penderita TBC dan kanker paru lalu sembuh kedua nya juga bisa terjadi, asal lakukan pola hidup sehat dan kontrol rutin, ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *