Batuk Dalam Waktu Lama Apakah Karena TBC?

23 Jan

Sebenarnya batuk adalah respon fisiologis tubuh dalam membersihkan saluran napas dari benda asing yang tidak sengaja masik, lendir dan infeksi. Akan tetapi, bagaimana dengan batuk yang terjadi terus-menerus dalam beberapa minggu dan akhirnya menjadi masalah karena menganggu aktivitas dan kualitas hidup seseorang?

Dikatakan jika pada penderita batuk yang berkepanjangan atau lebih dari 1 bulan lamanya, disebabkan oleh penyakit Tuberkulosis atau TBC / TB. Benarkah demikian? Hal ini tentu saja tidak boleh kita vonis dengan sendirinya tanpa melakukan pemeriksaan terkait pada para ahli atau dokter.

Adapun beberapa faktor yang ternyata menjadi penyebab seseorang mengalami batuk tak kunjung sembuh, diantaranya adalah :

Batuk Dalam Waktu Lama Apakah Karena TBC?

1. Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK.

PPOK umumnya terjadi pada laki-laki dan seorang perokok aktif dengan usia di atas 45 tahun. Pada penderita PPOK, batuk terjadi akibat adanya sumbatan dan radang di saluran napas dan paru-paru yan menyebabkan produksi lender berlebihan. Produksi lendir yang berlebihan itu kemudian akan merangsang batuk.

2. Alergi atau Asma.

Memang tidak semua orang memiliki asma, hanya mereka yang rentan dengan alergen (pemicu alergi) dan memiliki riwayat alergi. Pada umumnya gejala yang timbul adalah sesak napas dan mengi. Namun, pada sebagian pasien ternyata mereka juga mengeluhkan batuk-batuk lama dengan hasil tes fungsi paru yang normal. Pemicunya berupa udara dingin, polusi udara, serbuk sari, asap rokok, debu, dan sebagainya.

3. Gastroesophageal reflux disease (GERD).

GERD termasuk penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi akibat asam lambung dengan nilai keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Tanda paling utama yaitu adalah rasa panas di dada dan rasa pahit di mulut. Asam lambung tersebut dapat terhirup ke paru-paru dan menyebabkan iritasi serta batuk.

4. Pertusis.

Pertusis merupakan salah satu penyakit akut dan sangat menular, yang penyebabnya tidak lain adalah bakteri Bordetella Pertussis. Bakteri jenis ini umumnya menginfeksi hanya pada bayi dan anak-anak, namun dalam sebagian kasus juga bisa juga ditemukan pada orang dewasa. Gejala yang cukup khas dari Pertusis adalah batuk rejan dengan suara batuk yang keras/ tinggi dan bisa berlangsung selama berminggu-minggu. Infeksi ini dapat dicegah dengan melakukan imunisasi DPT pada anak.

5. Bronkitis.

Merupakan salah satu peradangan kronis yang terjadi pada saluran bronkus yang menyebabkan keluhan batuk berdahak dan sesak. Bronkitis lebih mudah terjadi pada perokok aktif.

6. Tuberkulosis Paru (TBC).

TBC disebabkan oleh bakteri tahan asam yaitu Mycobacterium Tuberculosis. Gejalanya tidak lain adalah batuk berdahak, terkadang disertai batuk darah, demam namun tidak terlalu tinggi, menurunnya nafsu makan dan berat badan, berkeringat di malam hari, juga sesak napas. TBC sangat mudah menular terutama pada orang-orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah. Diperlukan pemeriksaan dahak dan rontgen untuk mendiagnosa penyakit ini. Pengobatan TBC minimal 6 bulan, tergantung jenis bakteri dan kondisi pasien.

Baca lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.