Efek Samping Dari Obat TBC Kelenjar

7 Jul

Penyakit TBC atau Tuberkulosis, yang lebih umum kita kenal menyerang organ paru-paru juga bisa terjadi pada organ lainnya yang berdekatan. Kuman TBC, yakni Micobacterium Tuberculosa yang menyerang paru-paru, dapat menyebar dan menyerang organ tubuh bagian dalam lainnya, seperti tulang belakang, ginjal, kelenjar getah bening, saluran kencing, dan lainnya.

Selain TBC para paru, kondisi TBC yang cukup umum terjadi di masyarakat adalah TBC yang menyerang kelenjar getah bening di leher. Penyakit ini kemudian disebut dengan Limfadenitis TB. Sedikit memiliki perbedaan dengan TBC paru yang gejalanya terdiri dari batuk-batuk dan batuk darah, Limfadenitis TB tidak menunjukkan kehadirannya dengan gejala. Namun, yang mungkin sangat mencolok adalah saat daerah leher penderitanya mengalami pembesaran.

Efek Samping Dari Obat TBC Kelenjar

Dalam mengetahui diagnosa TBC Kelenjar, dilakukan dengan melakukan kombinasi antara riwayat perjalanan penyakit, hasil pemeriksaan dokter dan juga dilengkapi pemeriksaan darah, rontgen untuk menguatkan atau menyingkirkan kemungkinan penyakit lain yang memiliki gejala serupa. Untuk diagnosa pastinya dengan pemeriksaan terhadap benjolan yang diangkat tersebut. Penularan dapat dari udara. Pengobatan TBC Kelenjar dengan minum obat anti Tuberkulosis sekitar 9-12 bulan.

Sebagaimana pemberian obat anti Tuberkulosis, untuk mengobati TBC Kelenjar memiliki efek samping mual dan muntah serta badan lemas. Anjuran dari dokter terkait merasakan gejala demikian, Anda bisa mulai melakukan beberapa langkah dibawah ini.

  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter, jika tidak pengobatan harus diulang dari awal dan dapat menimbulkan komplikasi atau perluasan penyakit.
  • Istirahat cukup.
  • Minum obat mual.
  • Memperbanyak konsumsi sayur dan buah.
  • Jangan terlambat makan.
  • Konsumsi Vitamin B.

Baca lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *