Hal-hal Penting Dari Penyakit TBC Pada Anak

26 Jan

Penyakit TBC Pada Anak

Hal-hal Penting Dari Penyakit TBC Pada Anak

Virus TBC dapat menular melalui udara atau percikan dahak, pada anak-anak memang sangat rentan untuk tertular penyakit TBC jika orang dewasa yang berada di sekitar mereka telah terinfeksi virus TBC.

Sayangnya cukup sulit untuk melihat gejala TBC pada anak karena tidak semua gejala umum mengenai TBC yang ditunjukkan oleh anak menyatakan jika anak positif terkena penyakit TBC. Hal inilah yang menyebabkan banyak anak-anak yang terserang virus TBC terlambat untuk mendapat penanganan.

Berikut merupakan beberapa gejala umum yang diindikasikan sebagai gejala TBC yang terjadi pada anak.

  • Selama 3 bulan berturut-turut, berat badan anak akan mengalami penurunan yang tidak diketahui penyebabnya. Berat badan mereka juga tidak lekas naik bahkan sudah mendapatkan asupan gizi yang diperlukan.
  • Nafsu makan anak menurun.
  • Anak mengalami demam tinggi tanpa sebab, lalu kemudian sembuh, demam, sembuh terus menerus dalam jangka waktu yang lumayan lama.
  • Pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat, serta tidak menunjukkan tanda-tanda perkembangan.
  • Anak juga mengalami pembesaran kelenjar limfe dibawah jaringan kulitnya seperti leher, ketiak dan lipatan paha, namun tidak menyebabkan rasa sakit.
  • Mengalami gejala multi L yaitu lemah, lesu, letih, lelah, loyo dan lamban.
  • Mengalami batuk lama dan berulang, tidak berdahak.
  • Diare berulang.

Gejala diatas hanya berupa gambaran, namun tidak untuk dijadikan patokan. Untuk benar-benar mengetahui kondisi yang sesungguhnya, sebaiknya pemeriksaan segera dilakukan.

Umumnya diagnosis TBC untuk anak tidak dilakukan dengan uji dahak atau sputum test seperti biasanya karena pasien anak-anak jarang mengalami batuk berdahak. Dengan melakukan foto rontgen, akan memberikan diagnosis yang lebih jelas.

Sebagai orangtua yang memiliki TBC, sebaiknya lakukan hal-hal berikut ini untuk meminimalisir penularan kuman TBC pada anak.

  • Dengan merapkan gaya hidup sehat, memberikan zat-zat kekebalan tubuh sejak lahir seperti ASI. Hindari kontak fisik dengan penderita TBC yang masih terinfeksi aktif.
  • Berikan nutrisi dengan gizi makanan yang seimbang.
  • Menjaga kebersihan dan kesehatan rumah serta lingkungan tempat tinggal.
  • Konsultasikan kembali pada dokter untuk pemberian imunisasi BCG agar bayi memiliki imun (pertahanan) terhadap serangan bakteri TBC.

Penting untuk menjadi perhatian para orangtua yang memiliki anak mengidap flek paru ataupun positif TBC. Tidak perlu khawatir yang berlebihan karena TBC bisa disembuhkan secara tuntas apabila penderita mengikuti anjuran dokter untuk melakukan gaya hidup sehat, rutin minum obat seperti anjuran dokter. Orangtua juga harus ikut andil dalam pengawasan saat memberikan anak obat untuk dikonsumsinya. Jika terlewat satu kali saja, pengobatan bisa gagal dan perlu diulang.

Semoga bermanfaat. Salam!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *