Jika Bakteri TBC Sudah Kebal Dengan Antibiotik

1 Feb

Seperti yang dilansir dari laman nationalgeographic baru-baru ini dikatakan jika kasus infeksi bakteri yang kebal terhadap antibiotik semakin mengkhawatirkan saja. Dari informasi terbari, dikabarkan jika seorang wanita di Amerika Serikat meninggal dunia akibat infeksi yang dialaminya, yang tidak dapat disembuhkan oleh hampir semua jenis antibiotik.

Wanita tersebut berusia 70 tahun, dan berasal dari Nevada. Awalnya, ia diketahui mengalami cedera di bagian kaki saat di India dan infeksinya menyebar hingga ke tulang dan menjalan ke bagian panggul. Kemudian ia pun dipindahkan ke Amerika Serikat dan saat itu kondisi sudah sangat parah.

Berdasarkan data dari dokter yang menanganinya, sistem imun wanita tersebut bekerja sangat keras untuk melawan infeksi, yang akhirnya malah menyebabkan terjadi inflamasi (peradangan) di seluruh tubuhnya. Akibatnya, tubuh wanita tersebut sudah tidak kuat lagi dan meninggal akibat shock skeptik atau lonjakan reaksi sistem kekebalan tubuh. Sampel infeksi lalu dites oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC). Hasilnya. Kemudian ia dianyatakan telah terinfeksi Klebsiella pneumoniae, yang normalnya hidup di usus dan tidak menyebabkan penyakit.

Walau CDC mengatakan kasus resistensi pada semua jenis antibiotik ini sangat langka, tetapi kasus ini menjadi pengingat bahaya dari “mimpi buruk bakteri. Walau kasusnya sangat jarang, tapi di masa depan kasus seperti ini akan jadi hal umum. Hal ini terjadi karena wanita tersebut pernah dirawat berulang kali di rumah sakit India dan perjalanan global membuat kasus semacam ini akan meningkat.

Resistensi antibiotik alias kuman dan bakteri yang tidak lagi mempan dengan obat diperkirakan akan menjadi penyebab kematian utama di dunia melebihi kanker, di tahun 2050 mendatang. Jenis infeksi yang kebal obat termasuk strain baru E.coli, malaria dan Tuberkulosis, telah membunuh 700.000 orang tahun ini. Namun angkanya masih bisa meningkat menjadi 10 juta jika tidak ada tindakan yang nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Beragam faktor yang membuat kasus resistensi antibiotik menjadi meningkat, salah satunya yaitu penggunaan antibiotik yang tidak rasional (berlebihan, dosisnya kurang, atau tidak tepat) selama bertahun-tahun. Selain itu, penggunaan antibiotik di peternakan dan perikanan, serta pengendalian infeksi yang lemak di rumah sakit, memperburuk kondisi ini.

Untuk mencegah resistensi terhadap antibiotik, masyarakat harus lebih bijaksana dalam menggunakan obat ini. Antibiotik adalah obat keras yang ditujukan untuk mengobati penyakit akibat bakteri, bukan virus.

Jika Bakteri TBC Sudah Kebal Dengan Antibiotik |

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *