Lemas Setelah Minum Obat TBC

5 Jun

Pengobatan medis untuk penyakit TBC, dilakukan dengan pemberian obat-obatan, terutama kombinasi obat antibiotik yang dinamakan sebagai OAT (obat Anti Tuberkulosis). OAT ini terdiri dari sejumlah antibiotik yang berbeda. Pada mereka yang baru saja menderita Tuberkulosis, pada umumnya OAT akan terdiri dari obat-obatan seperti rifampisin, isoniazid, pirazinamid, dan ethambutol.

Lemas Setelah Minum Obat TBC

Lemas Setelah Minum Obat TBC

Adapun beberapa efek samping ringan yang muncul setelah minum OAT yang mungkin timbul diantaranya:

  • Tidak ada nafsu makan, mual, atau sakit perut.
  • Nyeri sendi.
  • Kesemutan hingga rasa terbakar ditelapak kaki atau tangan.
  • Warna kemerahan pada air seni (urine).
  • Flu sindrom (terasa demam, menggigil, lemas, sakit kepala, dan nyeri tulang).

Untuk penanganan efek samping OAT yang ringan, pengobatan biasanya tidak dihentikan namun dokter masih akan memberikan obat-obatan tambahan seperti pereda nyeri, untuk mengurangi gejala.

Berikut ini adalah tips yang dapat dilakukan :

  • Usahakan meminum obat di jam yang sama setiap waktunya.
  • Dokter umumnya menyarankan untuk meminum obat saat perut dalam keadaan kosong (sebelum makan atau minimal 2 jam setelah makan). Hal ini bertujuan agar penyerapan obat maksimal dan tidak menurunkan bioavabilitasnya (kadar obat yang masuk ke sirkulasi darah dan memiliki efek) di dalam darah.
  • Jika terdapat rasa mual, maka minum obat sebelum tidur lebih disarankan.
  • Tidak menghentikan pengobatan tanpa anjuran dokter terlebih dahulu karena dapat beresiko timbulnya resistensi obat.
  • Istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi. (alodokter).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.