Manfaat Kunyit Untuk Pengobatan TBC

21 Feb

Anda pasti mengetahui tentang Kunyit, benar? Ya, salah satu rempah yang masih sepupuan dengan Jahe ini kerap banyak ditemukan sebagai campuran Jamu tradisional, atau pelengkap makanan. Dalam beberapa tahun terakhir saja Kunyit sudah mendapatkan banyak popularitas karena khasiat yang dimilikinya tidak main-main.

Manfaat Kunyit Untuk Pengobatan TBC
Sejak dulu, kunyit memang digunakan dalam pengobatan tradisional. Hal ini dikarenakan bahan alami kunyit yakni polifenol yang memiliki kuat anti-inflamasi, antikanker dan antioksidan. Ini telah dikaitkan dengan mengurangi peradangan, mengurangi rasa sakit, mengurangi pembekuan darah dan detoksifikasi tubuh. Saat ini para ahli dari Cina dan Colorado menunjukkan bahwa itu mungkin yang memegang kunci penting dalam memerangi TB dan resisten terhadap obat TB.

TB diketahui sebagai penyakit paru-paru yang rentan menular dan penyebabnya tidak lain adalah Mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium tuberculosis adalah jenis bakteri yang mudah menular dari satu orang ke orang lainnya dengan melalui udara. Sementara sebagian besar mempengaruhi organ paru-paru, namun dapat berpengaruh pada rusaknya otak, ginjal, tulang belakang dan akhirnya menyebabkan TBC Tulang.

Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), sepertiga dari jumlah penduduk dunia telah terinfeksi TB. Kemungkinan TB berubah menjadi bentuk aktifnya tergantung pada berbagai faktor, termasuk kurangnya perawatan medis yang memadai dan imunosupresi karena kekurangan gizi.

Sementara, TB atau TBC cukup mudah untuk mengobati dengan koktail antibiotik, beberapa tahun terakhir semakin banyak orang yang mengembangkan multidrug-resistant TB yang sangat sulit untuk mengobati. Namun, dalam sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam salah satu jurnal terkait menunjukkan bahwa mereka mungkin telah menemukan agen, diambil dari rempah-rempah dapur umum, untuk melawan bakteri yang menyebabkan MDR-TB.

Para pakar kesehatan menemukan bahwa kandungan Curcumin menjadi Apoptosis Inducer kuat. Hal tersebut merupakan mekanisme yang digunakan oleh makrofag, jenis khusus dari sel-sel darah putih yang terlibat dalam respon kekebalan tubuh, membersihkan bakteri, virus, sel kanker atau limbah selular. Dalam percobaannya, mereka menggunakan model infeksi makrofag manusia in vitro untuk mempelajari efek dari ekstrak kurkumin pada Mycobacterium tuberculosis. Curcumin mampu meningkatkan kemampuan makrofag ‘untuk membunuh dan menghilangkan bakteri TBC. Proses ini bergantung pada penghambatan molekul seluler, yang disebut faktor-kappa nuklir B.

Penemuan baru ini kemudian mengarah pada pengobatan baru untuk memerangi resistensi obat dan menyelamatkan nyawa. Akan tetapi para ilmuwan mencatat jika penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *