Penderita TBC Bolehkah Menyusui?

8 Des

Banyak dari kasusnya, seorang ibu menyusui ragu-ragu apakah mereka diperbolehkan untuk tetap menyusui si buah hati atau tida. Hal ini dikarenakan mereka takut untuk membuat kualitas ASI buruk akibat obat-obatan yang dikonsumsi dan akhirnya berpengaruh pada bayi.

Penderita TBC Bolehkah Menyusui?

Namun, WHO menjelaskan bahwa TBC tidak termasuk dalam penghalang ibu untuk menyusui. Ibu justru disarankan melanjutkan pengobatan hingga sembuh, sehingga tidak menulari bayinya.

Pengobatan yang dilakukan secara teratur dapat menekan terjadinya infeksi bakteri yang menjadi penyebab dari TBC. Pengobatan dengan obat yang diberikan oleh dokter, akan menyeabbkan pasien noninfeksius sehingga tidak menularkan bakteri pada lingkungan sekitar, termasuk anaknya yang masih menyusu.

Ibu, sebaiknya Anda tidak perlu khawatir pada kualitas ASI yang dihasilkan selama pengobatan TBC. Karena, konsentrasi obat TBC tidak akan berpengaruh banyak pada ASI dan tidak akan sama sekali membuat efek keracunan nantinya.

Fakta lain juga disebutkan jika bakteri penyebab TBC tidak menular melalui ASI, sama halnya dengan obat untuk pemulihannya. Dengan ini maka ibu dengan TBC tidak perlu khawatir melanjutkan pemberian ASI eksklusif maupun hingga 2 tahun.

Walaupun begitu, resiko dari tertularnya infeksi memang ada. Namun dalam mengatasinya, bayi yang terpapar oleh ibu dengan TBC bisa mendapat terapi profilaksis isoniazid (5mg/kg) dan pyridoxine (5-10 mg sehari) selama 3 bulan. Setelah 3 bulan bayi melakukan tes tuberculin untuk mengetahui ada tidaknya kuman yang menginfeksi.

Jadi intinya, ibu harus tetap teratur dalam menjalani terapi, maka kemampuan tubuh untuk menghindari terjadinya infeksi TBC dapat ditekan.

Baca juga : Batuk Tak Kunjung Sembuh, Indikasi TBC?

Penderita TBC Bolehkah Menyusui?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *