Penyakit Tuberkulosis Pada Laring (Laringitis Tuberkulosis)

23 Apr

Menurut pengertian umum, Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman basil tahan asam atau kuman Mikobakterium Tuberkulosis. Secara garis besar dikelompokkan menjadi TB pulmonal, sering disebut dengan TB paru dan TB ekstrapulmonal. Pada TB ekstrapulmonal, organ yang terlibat diantaranya, diantaranya kelenjar getah bening, otak, tulang temporal, rongga sinonasal, hidung, mata, faring, kelenjar liur, dan termasuk salah satunya laring. TB laring adalah kondisi yang jarang terjadi dan hanya muncul 1-10% pada kasus TB paru.

Penyakit Tuberkulosis Pada Laring (Laringitis Tuberkulosis)

Sedangkan laring, adalah bagian dari saluran pernafasan bagian atas yang merupakan suatu rangkaian tulang rawan yang berbentuk corong dan terletak setinggi vertebra cervicalis IV – VI, dimana pada anak-anak dan wanita letaknya relatif lebih tinggi. Laring pada umumnya selalu terbuka, hanya kadang-kadang saja tertutup bila sedang menelan makanan. Lokasi laring ditentukan dengan inspeksi dan palpasi dimana didapatkannya kartilago tiroid yang pada pria dewasa lebih menonjol kedepan dan disebut Prominensia Laring atau disebut juga sebagai jakun.

Tuberkulosis / TB laring yaitu adalah infeksi pada laring, yang disebabkan oleh bakteri Mikobakterium Tuberkulosis sebagai akibat dari Tuberkulosis paru. Pada pasien Tuberkulosis yang diberi pengobatan, biasanya TB parunya akan sembuh tetapi Tuberkulosis laringnya menetap. Hal ini terjadi akibat struktur mukosa laring yang sangat lekat pada kartilago serta vaskularisasi yang tidak sebaik paru, sehingga bila infeksi sudah mengenai kartilago, pengobatanya akan lebih lama.

Infeksi awal pada subepitelial berupa gambaran fase inflamasi akut difus seperti Hipertendi, edema, dan infiltrasi sel-sel eksudat. Kemudian terbentuknya granuloma tuberkel yang avaskuler pada jaringan submukosa dengan daerah perkijuan yang dikelilingi sel epiteloid pada bagian tengah dan sel mononukleus pada bagian perifer. Tuberkel yang berdekatan bersatu hingga mukosa di atasnya meregang atau pecah dan terjadi ulserasi. Ulkus yang timbul kemudian membesar, biasanya dangkal dan ditutupi oleh perkijuan dan dirasakan nyeri oleh penderita. Dan jika ulkus semakin dalam akan mengenai kartilago laring sehingga terjadi perikondritis atau kondritis terutama kartilago aritenoid dan epiglotis. Kerusakan tulang rawan yang terjadi mengakibatkan terbentuknya nanah yang berbau dan selanjutnya akan terbentuk sekuester. Pada stadium ini keadaan penderita sangat buruk dan dapat berakibat fatal. (diambil dari bloodyhell18).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *