Streptomycin, Obat Yang Biasa Digunakan Untuk Penyakit TBC

25 Mei

Streptomycin, adalah jenis obat yang biasa digunakan pada penderita TB atau TBC atau Tuberkulosis. Selain untuk TBC, Streptomycin juga digunakan pada pengobatan infeksi bakteri lainnya seperti Endokarditis, Tularemia, Penyakit pes, Meningitis, Bakteremia, suatu keadaan di mana terdapat bakteri di dalam darah, Pneumonia, Brucellosis dan Infeksi saluran kemih.

Streptomycin, Obat Yang Biasa Digunakan Untuk Penyakit TBC

Pemberian Streptomycin melalui suntikan, dan disuntikkan tepat pada otot (intramuskular) dan ada yang langsung ke dalam pembuluh darah (intravena sebagaimana jika melakukan suntukan pada otot termasuk penanganan yang lebih umum.

Keterangan lengkap tentang Streptomycin.

  • Termasuk golongan obat Antibiotik.
  • Kategori obat resep.
  • Dikonsumsi oleh anak dan dewasa.
  • Jenis obat suntuk.
  • Manfaat, mengobati dan mencegah sejumlah kondisi masalah kesehatan yang diakibatkan oleh infeksi bakteri.

Peringatan:

  • Ibu hamil sangat tidak disarankan untuk menggunakan Streptomycin. Sedangkan untuk ibu menyusui, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan obat ini.
  • Harap berhati-hati jika Anda sebelumnya telah mempunyai  riwayat dehidrasi parah, gangguan ginjal, myasthenia gravis, gangguan pendengaran, dan cystic fibrosis.
  • Berhati-hati juga jika Anda memiliki luka bakar yang luas pada kulit.
  • Tidak menggunakan Streptomycin bersamaan dengan obat-obatan lainnya tanpa petunjuk dari dokter karena dikhawatirkan menimbulkan reaksi yang merugikan, terutama berkaitan dengan naproxen, ibuprofen, aspirin, atau amphotericin B.
  • Streptomycin juga berisiko menurunkan efektivitas vaksin bakteri hidup (tifoid atau BCG).
  • Konsultasikan pemakaian obat Streptomycin jika Anda sedang menggunakan obat kontrasepsi.
  • Jangan mulai atau berhenti menggunakan Streptomycinn, serta mengubah dosisnya tanpa petunjuk dari dokter.
    Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis setelah menggunakan Streptomycin, segera temui dokter.

Segera temui dokter jika Anda mengalami diare yang menetap meski obat dihentikan, timbul memar, otot lemas, tanda-tanda infeksi (batuk dan demam), jantung berdebar, atau tanda-tanda gangguan ginjal setelah menggunakan streptomycin.

Mengenali efek samping, dan bahaya dari Streptomycin.

Sama dengan obat-obatan lainnya, Streptomycin juga tidak bebas dari efek samping. Streptomycin membuat siapapun yang mengkonsumsi mengalami ototoksisitas (rusaknya struktur telinga), nefrotoksisitas (rusaknya struktur ginjal), dapat merusak sistem pendengaran janin dan lumpuh pada sistem persarafan otot. Beberapa efek samping lainnya yang mungkin terjadi setelah penggunakan obat ini diantaranya :

  • Nyeri, merah, dan iritasi di area kulit yang disuntik
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah

Baca lainnya:

Obat TBC Tulang >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *