Waspadai Faktor Yang Meningkatkan Resiko Terhadap TB

16 Des

Bagi Anda yang belum mengetahui tentang penyakit Tuberkulosis/TBC atau TB, adalah penyakit infeksi menular yang dapat menyerang berbagai organ, dan yang paling utama yaitu paru-paru. TB bahkan dianggap sebagai masalah kesehatan terbesar di dunia setelah HIV sehingga penanganannya harus cermat. Menurut data dari WHO pada tahun 2014 dalam kasus TB di Indonesia, penderitanya mencapai 1.000.000 kasus dan jumlah kematian akibat TB diperkirakan 110.000 kasus pertahun.

Waspadai Faktor Yang Meningkatkan Resiko Terhadap TB

TB terjadi akibat penularan bakteri mycobacterium tuberculosis yang datang melalui udara, dari satu orang ke oranglainnya. Pada umumnya, melalui percikan dahak seseorang yang telah menderita TB sebelumnya. Pada saat bakteri TB kemudian masuk kedalam tubuh, maka bakteri tersebut bersifat tidak aktif untuk beberapa waktu, namun setelahnya gejala-gejala akan TB akan bermunculan.

Saat bakteri TB tersebut masuk kedalam tubuh, kemudian nantinya akan menyerang paru-paru dan menyebabkan penderita mengalami batuk berdahak secara terus menerus, selama kurang lebih tiga minggu. Terkadang, pengidap TB juga ada yang mengalami batuk berdarah. Pengidap TB cenderung cepat merasa lelah, kehilangan nafsu makan, berkeringat di malam hari, hingga mengalami demam tinggi.

Dilansir dari laman health.liputan6 bahwa Kementerian Kesehatan melalui situs resminya Sehat Negeriku, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap empat faktor yang diduga dapat meningkatkan resiko seseorang terserang TB dengan mudah. Diantaranya :

1. Sistem imun tubuh yang lemah.

Saat sistem imun tubuh melemah, seseorang dapat dengan mudah terpapar bakteri TB. Penyakit seperti HIV/AIDS, Diabetes, Kanker, dan penyakit ginjal akan membuat bakteri TB dengan mudah menyerang tubuh.

2. Faktor kemiskinan dan penggunaan zat berbahaya.

Jika seseorang tinggal di daerah terpencil dan padat penduduk, maka ia akan dengan mudah terserang TB akibat kurangnya ruang atau udara bersih. Kemiskinan juga identik dengan kurangnya akses terhadap perawatan medis, sehingga akan sulit untuk mendiagnosa dan mengobati TB. Penyalahgunaan zat berbahaya dalam jangka panjang seperti alkohol atau narkoba juga akan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat orang rentan terkena TB.

3. Lingkungan tinggal atau kerja.

Kontak yang terus menerus dengan pengidap TB akan dengan mudah meningkatkan peluang seseorang terkena TB. Jika Anda mengetahui ada pengidap TB di lingkungan sekitar, gunakan masker dan cuci tangan sesering mungkin. Orang-orang yang bekerja di rumah sakit, rumah perawatan, atau panti jompo cenderung tertular TB karena kurangnya ventilasi, sehingga bakteri dengan mudah menular melalui udara.

4. Perjalanan dari atau ke negara dengan tingkat penderita TB tinggi.

Resiko terkena TB akan lebih tinggi pada orang-orang yang tinggal di atau melakukan perjalanan ke negara-negara yang memiliki tingkat tuberkulosis yang tinggi, seperti Afrika, India, Cina, Meksiko, dan pulau-pulau di Asia Tenggara.

Posted by Obat TBC Tulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *